Raih Trofi Juara Dunia, PB Jaya Raya Beri Bonus ke Pelatih

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Hendra Setiawan menerima bonus dari PB Jaya Raya setelah merebut gelar juara dunia di nomor ganda putra (Sumber: Antara Foto)

    Hendra Setiawan menerima bonus dari PB Jaya Raya setelah merebut gelar juara dunia di nomor ganda putra (Sumber: Antara Foto)

    TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya yang menaungi PB Jaya Raya memberikan bonus kepada atlet binaan yang merebut gelar juara di Kejuaraan Dunia Badminton 2019. Pebulu tangkis ganda putra Hendra Setiawan mendapat bonus setelah membawa pulang trofi juara dunia.

    Anggota Dewan Pengurus Yayasan Pembangunan Jaya, Agus Lukita, mengatakan sudah menjadi tradisi untuk memberi bonus kepada pemain yang berprestasi di sebuah turnamen. "Ini sudah tradisi kami," kata Agus mengutip Antara, Selasa, 3 September 2019.

    Hendra, yang merebut gelar juara dunia bersama Mohammad Ahsan, menerima bonus sebesar Rp 500 juta. Ia tak sendiri. PB Jaya Raya juga memberi bonus masing-masing senilai Rp 125 juta kepada atlet binaan mereka Muhammad Rian Ardianto, Greysia Polii, dan Apriyani Rahayu.

    Rian meraih medali perunggu di nomor ganda putra berpasangan dengan Fajar Alfian. Sementara Greysia/Apriyani meraih perunggu di nomor ganda putri.

    Tak ketinggalan, PB Jaya Raya juga memberikan bonus sebesar Rp 50 juta kepada Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI, Herry Iman Pierngadi. Begitu juga dengan Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, Eng Hian, yang menerima bonus sebesar Rp 30 juta.

    Peraih trofi Kejuaraan Dunia Badminton 2019, Hendra Setiawan, menyatakan amat mengapresiasi bonus yang diberikan. "Terima kasih kepada PB Jaya Raya yang selalu mengapresiasi atlet berprestasi. Bukan cuma saya, tapi semua yang berprestasi," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.