Begini Kronologi Wafatnya Diego Maradona

Reporter:
Editor:

Febriyan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang penggemar menaruh setangkai bunga mawar pada foto legenda Argentina Diego Maradona saat mengenang kematiannya di Obelisk of Buenos Aires, Argentina, 25 November 2020. REUTERS/Agustin Marcarian

    Seorang penggemar menaruh setangkai bunga mawar pada foto legenda Argentina Diego Maradona saat mengenang kematiannya di Obelisk of Buenos Aires, Argentina, 25 November 2020. REUTERS/Agustin Marcarian

    TEMPO.CO, JakartaDiego Maradona meninggal dunia di Buenos Aires, Argentina, pada Rabu 25 November 2020. Dia disebut ditemukan masih terlihat sehat pada malam sebelumnya.

    Media-media Argentina menyebutkan bahwa Maradona berada di kediamannya di kawasan Tigre, Buenos Aires, pada Selasa malam 24 November 2020. Di sana dia ditemani keponakannya, Jhonny Esposito.

    Pada pagi harinya, Jhonny menyatakan Maradona sempat terlihat pucat. Sang legenda pun menyatakan merasa tak enak badan setelah menyantap sarapan.

    "Saya merasa tidak enak badan," kata Esposito menirukan kata-kata terakhir Maradona sebelum pergi kembali ke kamarnya dan beristirahat.

    Pada siang harinya, sekitar pukul 11.30, perawat yang menangani Maradona mencoba membangunkannya. Namun Dios, sapaan Maradona, sudah tak lagi merespon.

    Si perawat, bersama Jhonny dan seorang dokter yang mereka kontak sempat melakukan pertologan pertama dengan melakukan nafas buatan namun juga tak membuahkan hasil.

    Dokter juga disebut sempat menyuntikkan adrenaline dan atropine ke tubuh mantan pelatih Timnas Argentina tersebut. Akan tetapi hasilnya sama, nihil. Dia pun akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 12.00 waktu setempat sebelum sempat dilarikan ke rumah sakit.

    Jaksa John Broyad, menyatakan bahwa mereka akan melakukan otopsi terhadap jasad Maradona untuk menentukan lebih lanjut penyebab kematian. Hingga saat ini, aparat kepolisian setempat menyatakan tak menemukan adanya tindakan kriminal dalam wafatnya pahlawan Timnas Argentina di Piala Dunia 1986 itu.

    "Tim forensik kepolisian telah bekerja sejak pukul 4 sore. Tak ada tanda-tanda tindakan kriminal yang telah terjadi," kata Broyad.

    "Otopsi dilakukan untuk menemukan penyebab pasti kematian, tetapi saat ini semuanya tampak sebagai kematian alami," ujarnya.

    Bulan lalu, Diego Maradona sempat menjalani operasi setelah ditemukan adanya pembekuan darah di bagian otaknya. Dia memang terus menjalani masalah kesehatan dalam 20 tahun terakhir.

    Masalah kesehatan itu disebut terjadi karena kebiasaan Maradona mengkonsumsi narkoba dan minuman beralkohol pasca gantung sepatu. Maradona sempat melanglang buana di Eropa dengan bermain untuk Barcelona, Napoli dan Sevilla sebelum akhirnya gantung sepatu di klub kesayangannya, Boca Juniors.

    THE SUN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.