PBSI Prihatin Wiranto Jadi Korban Penusukan

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum PBSI Wiranto (tengah) berfoto bersama Lilyana Natsir (kanan) dan Tontowi Ahmad, 28 Agustus 2017. Pasangan juara dunia bulu tangkis ganda campuran ini mendapat sambutan setibanya di tanah air. Badmintonindonesia.org

    Ketua Umum PBSI Wiranto (tengah) berfoto bersama Lilyana Natsir (kanan) dan Tontowi Ahmad, 28 Agustus 2017. Pasangan juara dunia bulu tangkis ganda campuran ini mendapat sambutan setibanya di tanah air. Badmintonindonesia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) menyatakan prihatin atas insiden penusukan yang menimpa Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

    Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budianto terkejut dengan kejadian penyerangan tersebut. Ia berharap kondisi Ketua Umum PBSI tersebut segera pulih. "Semoga kondisi Pak Wiranto baik-baik sehingga bisa menjalankan tugas lagi," kata pria yang akrab disapa Budi kepada Tempo, Kamis, 10 Oktober 2019.

    Budi pun mempertanyakan prosedur pengamanan yang dilakukan oleh aparat. Ia berharap ke depan upaya pengamanan kepada pejabat negara bisa lebih ditingkatkan.

    Wiranto merupakan Ketua Umum PBSI periode 2016-2020. Ia menggantikan posisi Gita Wirjawan yang memimpin PBSI pada 2012-2016.

    Jenderal (Purnawirawan) TNI yang sudah menginjak usia 72 tahun ini diserang oleh seorang warga ketika turun dari mobil di Alun-alun Menes, Pandeglang, Kamis siang, 10 Oktober 2019. Pelaku yang dikenal sebagai Syahrial Alamsyah menusuk Wiranto hingga tersungkur. Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Menes dan sedang dimintai keterangan.

    Lebih lanjut, Budi menyatakan, kegiatan di PBSI tidak terganggu dengan kejadian yang menimpa Wiranto. Menurut dia, organisasi PBSI tetap berjalan.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.