Tenis: Christopher Rungkat Ingin PON Papua Jadi Ajang Comeback

Reporter:
Editor:

Arkhelaus Wisnu Triyogo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christoper Rungkat. ANTARA/Andika Wahyu

    Christoper Rungkat. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Pekan Olahraga Nasional atau PON Papua menjadi ajang kembalinya petenis Christopher Rungkat ke pesta olahraga multicabang nasional itu setelah absen sejak 2008. Kala itu, ia gagal tampil di PON Banjarmasin karena terbentur aturan pembatasan usia. 

    “Kebetulan usia saya waktu itu sudah di atas event tersebut, jadi saya enggak bisa turun PON. Tapi di PON 2021 ini aturan kembali lagi seperti semula yang tidak ada pembatasan umur, jadi saya main lagi,” ujar pria yang akrab disapa Christo itu di arena Sian Soor Tennis Center, Jayapura, Selasa, 28 September 2021.

    Cabang olahraga tenis lapangan memberlakukan pembatasan usia U-21 tahun, yang merupakan keputusan Pengurus Pusat Persatuan Tenis Lapangan Seluruh Indonesia (PP Pelti) di ajang PON 2012 Riau dan PON 2016 Jawa Barat. Pada PON 2020 Papua, aturan batasan usia tidak diberlakukan.

    Christo mengungkapkan penyelenggaraan PON memang harusnya tidak ada batasan usia. Sebab, jika pembatasan umur diberlakukan, menurut dia, tidak adil bagi mereka yang dibatasi.

    "Event ini kan sudah sekelas nasional, jadi seharusnya PON itu merupakan pesta nasional untuk semua atlet atlet Indonesia, jadi seharusnya tidak ada pembatasan umur,” kata Christo.

    Pembatasan usia di bawah 21 tahun, menurut Christo, adalah hal yang aneh. Sebab, aturan Federasi Tenis Internasional (ITF) pembatasan hanya berupa junior dan senior, di mana 18 tahun ke bawah adalah junior, sementara 18 tahun ke atas sudah dianggap profesional.

    Kehadiran Christo di PON Papua juga merupakan komitmen atlet kelahiran Jakarta 31 tahun silam itu sebagai perwakilan Jawa Timur. “Saya harus main karena juga sebagai wujud komitmen saya dan juga dari segi pembinaan dari Jawa Timur juga dari 3-4 tahun terakhir,” kata Christo.

    Cabang olahraga tenis telah bergulir mendahului jadwal resmi PON Papua, yang akan dibuka 2 Oktober dan ditutup pada 15 Oktober 2021. Laga perdana dimulai pada Minggu, 26 September hingga 7 Oktober dengan tujuh nomor pertandingan.

    Baca juga : Kemenpora Kucurkan Dana Tambahan Rp 831 Miliar ke PON Papua


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kereta Cepat Jakarta - Bandung: Sembilan Tahun Perjalanan hingga Bengkak Biaya

    Proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung jadi pembicaraan publik karena muncul cost overrun. Jokowi lantas meneken Perpres untuk mendukung proyek itu.